Kota Blitar kembali menjadi pusat perhatian nasional dalam peringatan puncak Haul Bung Karno ke-55, Jumat malam (20/6/2025), melalui gelaran Selametan Akbar yang berlangsung khidmat dan sarat nilai kebangsaan. Acara ini digelar secara masif dari area City Walk Makam Bung Karno hingga Istana Gebang, dihadiri jajaran pejabat negara, tokoh masyarakat, ulama, serta keluarga besar Bung Karno.
Kenduri massal menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong, menyatukan ribuan warga dari berbagai latar belakang dalam satu hamparan doa. Dari jalan protokol hingga pelataran istana, masyarakat duduk bersila dalam nuansa kekeluargaan, mendoakan arwah Sang Proklamator yang telah wafat pada Juni 1970, sembari mengenang perjuangan dan gagasannya yang monumental bagi bangsa Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Pengajian Akbar yang menghadirkan ulama karismatik KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq). Dalam tausiyahnya, Gus Muwafiq menekankan pentingnya menjaga warisan pemikiran Bung Karno sebagai fondasi bangsa—dengan Pancasila sebagai arah dan pijakan hidup bernegara. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan semangat persatuan yang telah diwariskan oleh Bung Karno.
Momen sakral ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan juga menjadi ruang kontemplasi dan penguatan identitas nasional. Pemerintah Kota Blitar menegaskan komitmennya dalam menjadikan Haul Bung Karno sebagai warisan kolektif dan agenda budaya kebangsaan tahunan yang memperkuat karakter ideologis masyarakat.
Selametan Akbar 2025 ini sekaligus menandai penutup rangkaian Haul Bung Karno ke-55, yang sejak awal Juni telah diisi berbagai kegiatan spiritual, budaya, dan edukatif untuk membumikan kembali semangat “Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.”