Dalam balutan nuansa spiritual dan budaya yang kental, Gebyar Suro Lintas Komunitas Budaya digelar meriah di kawasan Istana Gebang, Kota Blitar. Acara yang diprakarsai oleh Budayawan Blitar Raya ini menjadi panggung kebersamaan lintas komunitas budaya dalam memperingati datangnya bulan Suro atau 1 Muharram dalam kalender Jawa–Islam, yang sarat makna ritual dan spiritualitas masyarakat Jawa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar turut hadir secara langsung mewakili Pemerintah Kota Blitar, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan penguatan identitas kebudayaan lokal. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan kebudayaan adiluhung sebagai warisan leluhur yang tak lekang oleh zaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Wilujengan Suro, yaitu doa bersama lintas komunitas sebagai bentuk ungkapan syukur dan harapan di tahun baru Jawa, dilanjutkan dengan prosesi Jamasan Pusaka—ritual pembersihan benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Kedua prosesi tersebut menggambarkan kedalaman tradisi spiritual masyarakat Blitar, yang masih dijaga secara turun-temurun hingga kini.
Acara semakin semarak dengan penampilan Tari Jaranan dari Grup Kesenian Jaranan Sabdo Utomo, yang membawakan tarian khas Jawa Timur penuh energi dan makna simbolik, sebagai bagian dari warisan budaya tak benda. Kehadiran berbagai komunitas budaya dalam acara ini menjadi cerminan kebersamaan lintas unsur masyarakat dalam menjaga jati diri bangsa melalui pendekatan seni dan budaya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud aktualisasi nilai-nilai Trisakti Bung Karno, khususnya dalam pilar “berkepribadian dalam kebudayaan”. Kota Blitar sebagai tanah kelahiran dan peristirahatan terakhir Bung Karno kembali menegaskan perannya sebagai sentra kebudayaan nasional, tempat nilai-nilai luhur digelorakan dan dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa kini.
Melalui Gebyar Suro ini, Pemerintah Kota Blitar berharap agar tradisi, spiritualitas, dan seni budaya lokal tak hanya dirayakan, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kekuatan kultural bangsa.