Suasana tempo dulu kembali menghidupkan denyut Kota Blitar melalui gelaran Blitar Djadoel 2025, yang resmi dibuka oleh Plh Sekretaris Daerah Kota Blitar di kawasan Alun-Alun Kota Blitar, Rabu pagi (18/6/2025). Event tahunan yang selalu dinanti ini menjadi salah satu magnet wisata budaya yang memadukan nuansa nostalgia, tradisi lokal, dan hiburan lintas generasi.
Mengusung konsep “Kembali ke Masa Lalu”, Blitar Djadoel 2025 menghadirkan rekonstruksi suasana kota era lampau selama lima hari penuh, mulai 18 hingga 22 Juni 2025. Kawasan Alun-Alun pun disulap menjadi miniatur kota lama, lengkap dengan stand-stand kuliner legendaris, pakaian adat tempo dulu, permainan tradisional, hingga pertunjukan kesenian klasik yang sarat nilai budaya.
Lebih dari sekadar festival, Blitar Djadoel menjadi ruang interaktif yang edukatif, di mana pengunjung bisa merasakan langsung denyut kehidupan masa silam. Tak hanya warga lokal, wisatawan dari berbagai daerah pun mulai memadati area festival untuk berburu foto di berbagai spot Instagramable, sekaligus mencicipi jajanan khas yang sudah mulai sulit ditemukan.
Dalam sambutannya, Plh Sekda Kota Blitar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan identitas budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif lokal. “Blitar Djadoel tidak hanya menjadi panggung nostalgia, tetapi juga momentum menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM melalui pendekatan budaya,” ungkapnya.
Dengan kemasan yang inovatif namun tetap membumi, Blitar Djadoel 2025 diharapkan menjadi ruang pelestarian sejarah yang menyenangkan, serta membangun keterikatan emosional generasi muda terhadap warisan budaya leluhur.
Warga dan wisatawan pun diajak untuk hadir bersama keluarga dan sahabat, menikmati kehangatan suasana masa lalu yang dibalut dalam semangat kebersamaan hari ini. Karena di Blitar Djadoel, sejarah bukan hanya dikenang—tetapi dihidupkan kembali.