Hidupkan Spirit Perjuangan, Pemkot Blitar Pentaskan Drama Kolosal PETA

2026-02-14 23:22:55

Pemerintah Kota Blitar menggelar pertunjukan Drama Kolosal Perjuangan PETA Blitar dalam rangka memperingati Hari Cinta Tanah Air, Sabtu (14/2/2026), di Taman Plaza Museum PETA Kota Blitar. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sendratari dan musik perjuangan tersebut mengangkat judul “Alap-Alap Daidan PETA Blitar” sebagai refleksi sejarah sekaligus penghormatan atas peristiwa pemberontakan PETA di Blitar.

 

Pertunjukan ini menjadi momentum mengenang perjuangan heroik Shodancho Supriyadi bersama rekan-rekannya para pejuang Tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang bangkit melawan penjajahan Jepang. Ribuan masyarakat dari berbagai usia tampak memadati lokasi acara dan mengikuti jalannya pertunjukan dengan penuh antusias.

 

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan seniman yang telah menghadirkan pertunjukan bersejarah tersebut. Ia menegaskan bahwa 14 Februari merupakan tanggal penting dalam catatan perjuangan bangsa, khususnya bagi Kota Blitar yang memiliki jejak sejarah kuat dalam perlawanan terhadap penjajah.

 

Menurutnya, pemberontakan PETA di Blitar menjadi kebanggaan tersendiri karena mencerminkan semangat patriotisme yang tumbuh dan berkembang di daerah. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

 

“Perjuangan generasi muda saat ini tentu berbeda dengan masa Shodancho Supriyadi. Karena itu, kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Negara masih membutuhkan kontribusi anak-anak muda,” ujarnya.

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kota Blitar. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga serta menghidupkan nilai sejarah dan kebudayaan lokal.

 

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Yudha Budiono, menyampaikan bahwa pertunjukan ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan melalui pendekatan seni dan budaya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.

 

Drama kolosal PETA melibatkan pelajar dan seniman lokal serta didukung partisipasi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Ratusan warga dari berbagai kalangan terlihat antusias menyaksikan kisah heroik perjuangan Tentara PETA Blitar hingga acara berakhir.

 

Melalui peringatan Hari Cinta Tanah Air ini, Pemerintah Kota Blitar berharap nilai-nilai perjuangan, patriotisme, dan nasionalisme para pejuang PETA terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dalam menjaga serta mengisi kemerdekaan.